Free Monkey ani Cursors at www.totallyfreecursors.com
Subscribe
Add to Technorati Favourites
Add to del.icio.us
Sabtu, 24 Maret 2012
Diposting oleh FrIzcHa_MuAniEz

Tak mungkin bisa ku taklukkan megahnya malam.
Dari dahulu pagi akan berakhir dengan malam.
Tak mungkin ku pungkiri hasrat di jiwa ku.
Bahwasannya aku lagi menghampa.
Setelah berjuta asa ku padamkan.
Dengan rintik-rintik hujan malam ini.

Berjuta Bintang di langit.
Redup diam tak bersorak.
Tiada cahaya menentramkan hati.
Kesedihan membongkar hati ini.
Suara tangis perlahan mengisi keheningan ini.
Wahai Rembulan,dengarkanlah…
Hanya engkau yang tertinggal disana.
Hati ini sedih di tinggal kekasih hati.
Cinta telah pergi & berpaling.
Temanilah aku agar ku bisa menjaga hati ini.

Semua Terserah padamu aku begini adanya.
Ku tahu itu sulit bagimu.
Aku bukan yang sempurna dari apapun itu.
Bila kau lihat iba, itulah aku.
Namun ku tak mau untuk di kasihani.
Walaupun ku patut dapat kata kasihan itu.
Biarkanlah aku dengan semua ini.
Karena ku tahu ku tak layak dalam hal terindah ini.

Bukalah mata hatimu.
Lihatlah cintamu diterpa badai.
Perselingkuhan beruntai dibalik mata.
Mata itu adalah buta dgn cinta.
Pikirlah dia tega membuat duka & derita.
Bukankah itu sudah nyata bagimu cinta.
Rasakanlah hati nurani yg berkata, itu adalah benar.
Hal yg benar itu akan dihinggapi banyak keraguan.
Haruslah kau tahu itu.
Suatu hari nanti kau kan menyesal.

Waktu yang kini menjawab cerita cinta.
Semua berlalu & pergi dari sangkarnya.
Kesalahan itu tak dapat mengusir pergi kebenaran.
Pantasnya hukuman itu menyiksa diri ini.
Cinta, bila ada keabadian di hati mu…
Maka abadikan lah cinta ku.
Bersama waktu yang terus berjalan.

Tak akan mungkin mengharapkan mu kembali…
Tak akan mungkin kenangan dapat berubah menjadi bunga kenanga…
Tak bisa waktu berputar kembali lagi…
Tak bisa cinta berubah menjadi benci…
Biarkan cinta yang berkata-kata di balik raungan pekat malam ku…

Diposting oleh FrIzcHa_MuAniEz

Sejarah bola basket









Basket dianggap sebagai olahraga unik karena diciptakan secara tidak sengaja oleh seorang guru olahraga. Pada tahun 1891, Dr. James Naismith, seorang guru Olahraga asal Kanada yang mengajar di sebuah perguruan tinggi untuk para siswa profesional di YMCA (sebuah wadah pemuda umat Kristen) di Springfield, Massachusetts, harus membuat suatu permainan di ruang tertutup untuk mengisi waktu para siswa pada masa liburan musim dingin di New England. Terinspirasi dari permainan yang pernah ia mainkan saat kecil di Ontario,Naismith menciptakan permainan yang sekarang dikenal sebagai bola basket pada 15 Desember 1891.
Menurut cerita, setelah menolak beberapa gagasan karena dianggap terlalu keras dan kurang cocok untuk dimainkan di gelanggang-gelanggang tertutup, dia lalu menulis beberapa peraturan dasar, menempelkan sebuah keranjang di dinding ruang gelanggang olahraga, dan meminta para siswa untuk mulai memainkan permainan ciptaannya itu.
Pertandingan resmi bola basket yang pertama, diselenggarakan pada tanggal 20 Januari 1892 di tempat kerja Dr.James Naismith. Basket adalah sebutan yang diucapkan oleh salah seorang muridnya. Olahraga ini pun segera terkenal di seantero Amerika Serikat. Penggemar fanatik ditempatkan di seluruh cabang di Amerika Serikat. Pertandingan demi pertandingan pun dilaksanakan di seluruh kota-kota negara bagian Amerika Serikat.
Pada awalnya, setiap tim berjumlah sembilan orang dan tidak ada dribble, sehingga bola hanya dapat berpindah melalui lemparan. Sejarah peraturan permainan basket diawali dari 13 aturan dasar yang ditulis sendiri oleh James Naismith.

Diposting oleh FrIzcHa_MuAniEz

Sejarah TIK



 



Ada beberapa tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbangan terhadap perkembangan TIK hingga saat ini. Pertama yaitu temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan kabel yang meliputi seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti pemasangan kabel komunikasi trans-atlantik. Jaringan telepon ini merupakan infrastruktur masif pertama yang dibangun manusia untuk komunikasi global. Memasuki abad ke-20, tepatnya antara tahun 1910-1920, terwujud sebuah transmisi suara tanpa kabel melalui siaran radio AM yang pertama. Komunikasi suara tanpa kabel ini pun segera berkembang pesat. Kemudian diikuti pula oleh transmisi audio-visual tanpa kabel, yang berwujud siaran televisi pada tahun 1940-an. Komputer elektronik pertama beroperasi pada tahun 1943. Lalu diikuti oleh tahapan miniaturisasi komponen elektronik melalui penemuan transistor pada tahun 1947 dan rangkaian terpadu (integrated electronics) pada tahun 1957. Perkembangan teknologi elektronika, yang merupakan cikal bakal TIK saat ini, mendapatkan momen emasnya pada era Perang Dingin. Persaingan IPTEK antara blok Barat (Amerika Serikat) dan blok Timur (dulu Uni Soviet) justru memacu perkembangan teknologi elektronika lewat upaya miniaturisasi rangkaian elektronik untuk pengendali pesawat ruang angkasa maupun mesin-mesin perang. Miniaturisasi komponen elektronik, melalui penciptaan rangkaian terpadu, pada puncaknya melahirkan mikroprosesor. Mikroprosesor inilah yang menjadi 'otak' perangkat keras komputer dan terus berevolusi sampai saat ini. Perangkat telekomunikasi berkembang pesat saat teknologi digital mulai digunakan menggantikan teknologi analog. Teknologi analog mulai terasa menampakkan batas-batas maksimal pengeksplorasiannya. Digitalisasi perangkat telekomunikasi kemudian berkonvergensi dengan perangkat komputer yang sejak awal merupakan perangkat yang mengadopsi teknologi digital. Produk hasil konvergensi inilah yang saat ini muncul dalam bentuk telepon seluler. Di atas infrastruktur telekomunikasi dan komputasi ini kandungan isi (content) berupa multimedia mendapatkan tempat yang tepat untuk berkembang. Konvergensi telekomunikasi - komputasi multimedia inilah yang menjadi ciri abad ke-21, sebagaimana abad ke-18 dicirikan oleh revolusi industri. Bila revolusi industri menjadikan mesin-mesin sebagai pengganti 'otot' manusia, maka revolusi digital (karena konvergensi telekomunikasi - komputasi multimedia terjadi melalui implementasi teknologi digital) menciptakan mesin-mesin yang mengganti (atau setidaknya meningkatkan kemampuan) 'otak' manusia.

Penerapan TIK dalam Pendidikan di Indonesia

 






Indonesia pernah menggunakan istilah telematika (telematics) untuk arti yang kurang lebih sama dengan TIK yang kita kenal saat ini. Encarta Dictionary mendeskripsikan telematics sebagai telecommunication + informatics (telekomunikasi + informatika) meskipun sebelumnya kata itu bermakna science of data transmission. Pengolahan informasi dan pendistribusiannya melalui jaringan telekomunikasi membuka banyak peluang untuk dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk salah satunya bidang pendidikan. Ide untuk menggunakan mesin-belajar, membuat simulasi proses-proses yang rumit, animasi proses-proses yang sulit dideskripsikan sangat menarik minat praktisi pembelajaran. Tambahan lagi, kemungkinan untuk melayani pembelajaran yang tak terkendala waktu dan tempat juga dapat difasilitasi oleh TIK. Sejalan dengan itu mulailah bermunculan berbagai jargon berawalan e, mulai dari e-book, e-learning, e-laboratory, e-education, e-library, dan sebagainya. Awalan e bermakna electronics yang secara implisit dimaknai berdasar teknologi elektronika digital. Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran di Indonesia telah memiliki sejarah yang cukup panjang. Inisiatif menyelenggarakan siaran radio pendidikan dan televisi pendidikan merupakan upaya melakukan penyebaran informasi ke satuan-satuan pendidikan yang tersebar di seluruh nusantara. Hal ini adalah wujud dari kesadaran untuk mengoptimalkan pendayagunaan teknologi dalam membantu proses pembelajaran masyarakat. Kelemahan utama siaran radio maupun televisi pendidikan adalah tidak adanya feedback yang seketika. Siaran bersifat searah yaitu dari narasumber atau fasilitator kepada pembelajar. Introduksi komputer dengan kemampuannya mengolah dan menyajikan tayangan multimedia (teks, grafis, gambar, suara, dan gambar bergerak) memberikan peluang baru untuk mengatasi kelemahan yang tidak dimiliki siaran radio dan televisi. Bila televisi hanya mampu memberikan informasi searah (terlebih jika materi tayangannya adalah materi hasil rekaman), pembelajaran berbasis teknologi internet memberikan peluang berinteraksi baik secara sinkron (real time) maupun asinkron (delayed). Pembelajaran berbasis Internet memungkinkan terjadinya pembelajaran secara sinkron dengan keunggulan utama bahwa pembelajar maupun fasilitator tidak harus berada di satu tempat yang sama. Pemanfaatan teknologi video conference yang dijalankan dengan menggunakan teknologi Internet memungkinkan pembelajar berada di mana saja sepanjang terhubung ke jaringan komputer. Selain aplikasi unggulan seperti itu, beberapa peluang lain yang lebih sederhana dan lebih murah juga dapat dikembangkan sejalan dengan kemajuan TIK saat ini.

Jumat, 23 Maret 2012
Diposting oleh FrIzcHa_MuAniEz


TRESNO ORA ONO RAMPUNGE 
        
  Ada 2 remaja yang menjalin cinta,tetapi salah satu orang tua remaja tersebut tidak merestuinya karena pasangannya miskin. Tapi ketika remaja miskin tersebut kaya. Orang tuanyanya merestui.
            Pada suatu hari Linglung dan mbok temy bersantai di ruang tamu.Tidak lama kemudian ada pengan datang dan biasa disebut Dul Gaplek.
Dul Gaplek      : (menyanyikan sebuah lagu)
Linglung          : Mbok ada pengamen, , ,cucok dech. . .
Mbok Temy     : akh. . .rempong. .!!preikan. . .
Linglung          : (menemui pengamen sambil membawa uang)
                         Maaf gak ada uang receh.. .
Dul Gaplek      : duek wongkol yo ra po” kok
Linglung          :0. . .ancene pengamen matre
                        (sambil memberikan uangnya dan uangnya terjatuh)
Dul Gaplek      : (memandang Linglung sambil mengambil uang yang terjatuh)
Linglung          : 0. . .ancene pengamen edan (sambil mendorong Dul Gaplek sampai kaca       matanya terjatuh)
Dul Gaplek      : (mengambil kacamatanya)
Linglung          : (kembali masuk rumah)
Dul Gaplek      : (pulang sambil tercenyum sendirian karena terpikat dengan kecantikan Linglung)
          Sesampainya dirumah Dul Gaplek curhat kepada ibunya (Mbok Serinti)
Dul Gaplek      : Mbok. . .mbok aku maeng ngamen ning omah sing apik banget. Terus sing duwe omah iku ayu tenan tenan.
Mbok Serinti   : ojo ngimpi kowe Dul. . .wong kowe welek ngunu.sopo seng arep karo kowe.
Dul Gaplek      : Mbok. . .mbok anak’e dhewe dinyek
Mbok Serinti   :  aku heran. . .kok isok duwe anak koyo koen. . .
Yowes ndang ados.ancene kowe elek sak jeneng-jeneng’e Dul Gaplek. . .Dul Gaplek

            Keesokan harinya Dul Gaplek mengamen di tempat yang sama seperti kemarin
                        Isih iling tho karo aku?
Llinglung         : sopo tho kowe?
Dul Gaplek      : loalah durung tuek kok pikun aku sing ngamen ing omah sampeyan niki lo. .,
Linglung          : lali aku. .aku gak kenal karo kowe. . .aku ora ngurusi wong gemblong koyok kowe.
Dul Gaplek      : (memandang Linglung sampai mlongo)
Linglung          : mas mingkem titik po’o krupuk nang omahku lho ayem.
sampeyan ngowoh ae.banjir omahku kie engkok
Dul Gaplek      : (kaget dan sadar dari lamunannya,Dul Gaplek mengulurkan tangannya sebagai perkenalannya dengan linglung)
mbak,kula Dul Gaplek,sampeyan sinten?
Linglung          : kula Linglung
Dul Gaplek      : apik tenan jenenge.yowes mbak kula mulih disek.
Sesampainya di rumah Dul Gaplek langsung curhat kepada Mboknya seperti biasa.
Dul Gaplek      : mbok. . .mbok aku maeng wis kenalan karo arek sing wingi.jenenge Linglung.
Mbok Serinti   : owalah yowes kono ndang turu ben gak pegel kabeh.
            Pada suatu hari Linglung di suruh Mboknya kepasar.
Mbok Temy     : Lung. . .Linglung.cepet ndang nang pasar tukuo daging 1 kg,beras 1 kg,ambek bumbu-bumbu ceng biasae
Linglung          : injeh Mbok
            Sesampainya dipasar Linglung  lupa apa yang harus di beli karna Linglung memang pelupa akut
Linglung          : aku maeng dikongkon tuku opo yo karo si Mbok.oh yo se aku iling
Mbak Mumun : tuku opo tho lung?
Linglung          : lombok 2 kg,beras 5 kg,kangkung’e 10 iket.
Mbak Mumun :masak opo tho ndok,kok tuku lombok,kangkung ambek beras tok?
Linglung          : sambel mbak
Mbak Mumun : owalach sambel tho,gak bosok opo wetengmu,(sambil memberikan belanjaannya)
Linglung          : yowes mbak matur suwon
Mbak Mumun : yo podo-podo lung
            Tiba-tiba di tengah jalan Linglung bertemu dengan Dul Gaplek
Dul Gaplek      : loalah ketemu maneh karo mbak Linglung.
Linglung          : sinten sampeyan?
Dul Gaplek      : lho lali maneh,kula Dul Gaplek
Linglung          : owalah,mas Dul tho?
Dul Gaplek      : teko endy tho mbak?
Linglung          : yo teko pasar mosok ngelayat,wis ngerti gowo sayur kok takok.
Dul Gaplek      : yowes mbak ayo tak terno moleh
Linglung          : yowes ayo
            Sesampainya di rumah Mbok Temy marah-marah
Linglung          : assalamu’alaikum?
Mbok Temy     : wa’alaikum calam,
Linglung          : kie lho mbok.
Mbok Temy     : lhoalah yo po se kowe iku prasane opo mangan sambel tok,kie pisan opo maneh kangkung akeh tenan,wedhus be’e,mangkane nek arep blonjo iku dicatet kayok biasa’e.bosok wetengku mangan sambel lombok’e 2 kg
Linglung          : jarene lombok 2 kg,beras 5 kg,ambek kangkung 10 iket mbok?
Mbok temy      : owalah ancene kuntet,wes nek mangan tuku wae
Sutarmi            : lha aku mangan po mbok?
Mbok Temy     : owalah Tar. . .Tar dublek pisan kowe iku.budrek aku duwe anak koyok kowe karo.
            Keesokan harinya Dul Gaplek bertamu kerumah Linglung.kebetulan Mbok Temy dan Sutarmi tidak ada.
Dul Gaplek      : assalamu’alaikum?
Linglung          : wa’alaikum salam,sinten?
Dul Gaplek      : Dul Gaplek mbak.
Linglung          : owalah monggo
Dul Gaplek      : langsung wae mbak aku ngomong,mangke ayo dolen karo aku?
Linglung          : dolen ing endy tho mas,jam pinten?
Dul Gaplek      : nang taman,mangke kula sosol jam 8 bengi,
Linglung          : nggeh pon
Dul Gaplek      : yowes kula wangsul rumiyin
            Pada malam harinya Dul Gaplek menjemput Linglung,
Dul Gaplek      : assalamu’alaikum?
Linglung          : wa’alaikum salam,sek-sek mas tak brai disek.
Dul Gaplek      : enggeh
Linglung          : ayo mas.
            Sesampainya di taman Dul Gaplek mengungkapkan perasaannya kepada Linglung.
Dul Gaplek      : mbak Linglung?
Linglung          : opo tho mas?
Dul Gaplek      : aku. . . .aku. . . .
Linglung          : lapo sampeyan,ngomong kok pedot-pedot.
Dul Gaplek      : aku tresno karo sampeyan
Linglung          : ora krungu
Dul Gaplek      : (mengulangi kata-katanya dengan keras)
Linglung          : owalah mas-mas,aku yo tresno karo sampeyan
Dul Gaplek      : ye. . . .Ahul-ahul,sesuk aku kenalne karo ibu sampeyan?
Linglung          : iyo jam 9 isuk sampeyan nang’o omahku.paling?
Dul Gaplek      : yowes saiki tak terno moleh disek.
Linglung          : ayo.
            Keesokan harinya Dul Gaplek kerumah Linglung
Dul Gaplek      : assalamu’alaikum?
Linglung          : wa’alaikum salam,
Sutarmi            : sopo tho Lung?
Linglung          : pacarku mbak?
Sutarmi            : se aku pengen ero rupane?
Linglung          : yo ganteng tho mbak.
Sutarmi            : (kaget) waduh iyo ganteng koyok primus “pria kumus-kumus”
                        Mbok-Mbok metuo,ono pacar’e Linglung.
Mbok Temy     : yo sek-sek,endi se pacar’e
 Sutarmi           : niki lho Mbok.
Mbok Temy     : iki tha?. . .iki. . .iki. . .iki.
                        Sopo jeneng’e?kerjo opo?
Dul Gaplek      : Dul Gaplek Mbok,kula kerjo dadi penyanyi,
Mbok Temy     : sopo? Dul Sawot.kerjo dadi penyanyi.ra pantes dadi penyanyi ngentot ae fals,ra pantes blas karo anakku.ayo Lung melbu,wes kono moleh’o wae,seneb ndelok rupamu
Dul Gaplek      : (pulang dengan wajah sedih)
            Sesampainya di rumah Dul Gaplek curhat kepada Mbok Serinti
Dul Gaplek      : Mbok,hubunganku ora direstui karo ibu’e Linglung.
Mbok Serinti   : yowes ra ucah di pikir,isih akeh perawan,wes ndang istirahat kono ben tenang.
            Pada sore harinya,Dul Gaplek berjalan sambil bernyanyi,
Mbak Mumun : wakh,enak tenan suarane,ngebrong-ngebrong.
            Waktu pejalanan pulang Mbak Mumun bertemu dengan Jeng Reni seorang produser musik terkenal dan bertanya tentang Dul Gaplek.
Mereka mengikuti Dul Gaplek sampai rumahnya,
Jeng Reni        : mbak,kenal sama orang tadi gak?
Mbak Mumun : o. . .dia Dul Gaplek
Jeng Reni        : bisa anterin saya kerumahnya
Mbak Mumun : bisa,mari. . .
            Jeng Reni mendatangi rumah Dul Gaplek
Jeng Reni        : assalamu’alaikum?
Mbok Serinti   : wa’alaikum salam,ada apa ya,dan anda ini siapa?
Jeng Reni        : saya produser musik terkenal,nama saya Jeng Reni,ini Mbak Mumun yang nganterin saya kesini,saya tertarik dengan suara Dul Gaplek,saya ingin memproduserinya
 Mbok Serinti  : alhamdulillah,Dul. . .Dul Gaplek.
Dul Gaplek      : ana opo tho mbok?
Mbok Serinti   : iki lho ana sing pengen mroduseri kowe.iki wonge.
Dul Gaplek      : matur suwon Mbak,
Jeng Reni        : yasudah mulai besok kamu tes vokal,
            Akhirnya Dul Gaplek menjadi artis terkenal dan mencoba untuk melamar Linglung
Dul Gaplek      : assalamu’alaikum?
Mbok Temy     : wa’alikum salam,kowe maneh,kowe maneh, , ,gawe klambi apik pisan wis mlarat kakean model.welek! oh my jrot?
Dul Gaplek      : kula sampun dados artis terkenal budhe,
Mbok Temy     : artis-artis, , ,arek kritis
Mbak Mumun : iya Mbok,Dul Gaplek sampon dados artis
Sutarmi            : wakh nggedabrus. . .brus. . .brus. . .brus
Jeng Reni        : coba lihat di TV ada siaran ulangnya Dul Gaplek konser di Chanel RCTI
Mbok Temy     : (melihat Tvnya dan kaget,dan langsung memanggil Linglung) Linglung iki lho ana Dul Gaplek.
Linglung          :iyo sek Mbok
Mbok Temy     : iki lho ana Dul Gaplek arep ngelamar kowe. .
Linglung          : Mas Dul,sepuntene aku ra isok dadi bojomu,aku seneng opo onok’e gak koyok ngene onok opone alias sugih. . .
Dul Gaplek      : ealah yowes lah aku karo mbakmu wae. . .
Sutarmi            : emoch, , ,wis moleh’o kono lho
Mbok Serinti   : ealach Dul. . .Dul miskin gak arep,sugih gak arep. . .wes ayo moleh wae.
            Akhirnya Dul Gaplek dan Mbok serinti pulang dengan wajah sedih Mbak Mumun dan Jeng Reni mengikutinya.dan pulang bersama-sama. . .
Dul Gaplek      : wes ayo karo aku ae Mbak (sambil memegang pundak Mbak Mumun)
Mbak mumun  : yowes ayo Mas Dul,aku yo tresno karo sampeyan,
Dul Gaplek      : ye. . .akhirnya aku duwe bojo. . .

Diposting oleh FrIzcHa_MuAniEz

Kisah Nabi Muhammad saw.


Semasa umat manusia dalam kegelapan dan suasana jahiliyyah, lahirlah seorang bayi pada 12 Rabiul Awal tahun Gajah di Makkah. Bayi yang dilahirkan bakal membawa perubahan besar bagi sejarah peradaban manusia. Bapa bayi tersebut bernama Abdullah bin Abdul Mutallib yang telah wafat sebelum baginda dilahirkan iaitu sewaktu baginda 7 bulan dalam kandungan ibu. Ibunya bernama Aminah binti Wahab. Kehadiran bayi itu disambut dengan penuh kasih sayang dan dibawa ke ka’abah, kemudian diberikan nama Muhammad, nama yang belum pernah wujud sebelumnya.
Selepas itu Muhammad disusukan selama beberapa hari oleh Thuwaiba, budak suruhan Abu Lahab sementara menunggu kedatangan wanita dari Banu Sa’ad. Adat menyusukan bayi sudah menjadi kebiasaan bagi bangsawan-bangsawan Arab di Makkah. Akhir tiba juga wanita dari Banu Sa’ad yang bernama Halimah bin Abi-Dhuaib yang pada mulanya tidak mahu menerima baginda kerana Muhammad seorang anak yatim. Namun begitu, Halimah membawa pulang juga Muhammad ke pedalaman dengan harapan Tuhan akan memberkati keluarganya. Sejak diambilnya Muhammad sebagai anak susuan, kambing ternakan dan susu kambing-kambing tersebut semakin bertambah. Baginda telah tinggal selama 2 tahun di Sahara dan sesudah itu Halimah membawa baginda kembali kepada Aminah dan membawa pulang semula ke pedalaman.
Kisah Dua Malaikat dan Pembedahan Dada Muhammad
Pada usia dua tahun, baginda didatangi oleh dua orang malaikat yang muncul sebagai lelaki yang berpakaian putih. Mereka bertanggungjawab untuk membedah Muhammad. Pada ketika itu, Halimah dan suaminya tidak menyedari akan kejadian tersebut. Hanya anak mereka yang sebaya menyaksikan kedatangan kedua malaikat tersebut lalu mengkhabarkan kepada Halimah. Halimah lantas memeriksa keadaan Muhammad, namun tiada kesan yang aneh ditemui.
Muhammad tinggal di pedalaman bersama keluarga Halimah selama lima tahun. Selama itu baginda mendapat kasih sayang, kebebasan jiwa dan penjagaan yang baik daripada Halimah dan keluarganya. Selepas itu baginda dibawa pulang kepada datuknya Abdul Mutallib di Makkah.
Datuk baginda, Abdul Mutallib amat menyayangi baginda. Ketika Aminah membawa anaknya itu ke Madinah untuk bertemu dengan saudara-maranya, mereka ditemani oleh Umm Aiman, budak suruhan perempuan yang ditinggalkan oleh bapa baginda. Baginda ditunjukkan tempat wafatnya Abdullah serta tempat dia dikuburkan.
Sesudah sebulan mereka berada di Madinah, Aminah pun bersiap sedia untuk pulang semula ke Makkah. Dia dan rombongannya kembali ke Makkah menaiki dua ekor unta yang memang dibawa dari Makkah semasa mereka datang dahulu. Namun begitu, ketika mereka sampai di Abwa, ibunya pula jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia lalu dikuburkan di situ juga.
Muhammad dibawa pulang ke Makkah oleh Umm Aiman dengan perasaan yang sangat sedih. Maka jadilah Muhammad sebagai seorang anak yatim piatu. Tinggallah baginda dengan datuk yang dicintainya dan bapa-bapa saudaranya.
“Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung lalu Dia memberikan petunjuk” (Surah Ad-Dhuha, 93: 6-7)
Abdul Mutallib Wafat
Kegembiraannya bersama datuk baginda tidak bertahan lama. Ketika baginda berusia lapan tahun, datuk baginda pula meninggal dunia. Kematian Abdul Mutallib menjadi satu kehilangan besar buat Bani Hashim. Dia mempunyai keteguhan hati, berwibawa, pandangan yang bernas, terhormat dan berpengaruh dikalangan orang Arab. Dia selalu menyediakan makanan dan minuman kepada para tetamu yang berziarah dan membantu penduduk Makkah yang dalam kesusahan.
Muhammad diasuh oleh Abu Talib
Selepas kewafatan datuk baginda, Abu Talib mengambil alih tugas bapanya untuk menjaga anak saudaranya Muhammad. Walaupun Abu Talib kurang mampu berbanding saudaranya yang lain, namun dia mempunyai perasaan yang paling halus dan terhormat di kalangan orang-orang Quraisy.Abu Talib menyayangi Muhammad seperti dia menyayangi anak-anaknya sendiri. Dia juga tertarik dengan budi pekerti Muhammad yang mulia.
Pada suatu hari, ketika mereka berkunjung ke Syam untuk berdagang sewaktu Muhammad berusia 12 tahun, mereka bertemu dengan seorang rahib Kristian yang telah dapat melihat tanda-tanda kenabian pada baginda. Lalu rahib tersebut menasihati Abu Talib supaya tidak pergi jauh ke daerah Syam kerana dikhuatiri orang-orang Yahudi akan menyakiti baginda sekiranya diketahui tanda-tanda tersebut. Abu Talib mengikut nasihat rahib tersebut dan dia tidaak banyak membawa harta dari perjalanan tersebut. Dia pulang segera ke Makkah dan mengasuh anak-anaknya yang ramai. Muhammad juga telah menjadi sebahagian dari keluarganya. Baginda mengikut mereka ke pekan-pekan yang berdekatan dan mendengar sajak-sajak oleh penyair-penyair terkenal dan pidato-pidato oleh penduduk Yahudi yang anti Arab.
Baginda juga diberi tugas sebagai pengembala kambing. Baginda mengembala kambing keluarganya dan kambing penduduk Makkah. Baginda selalu berfikir dan merenung tentang kejadian alam semasa menjalankan tugasnya. Oleh sebab itu baginda jauh dari segala pemikiran manusia nafsu manusia duniawi. Baginda terhindar daripada perbuatan yang sia-sia, sesuai dengan gelaran yang diberikan iaitu “Al-Amin”.
Selepas baginda mula meningkat dewasa, baginda disuruh oleh bapa saudaranya untuk membawa barang dagangan Khadijah binti Khuwailid, seorang peniaga yang kaya dan dihormati. Baginda melaksanakan tugasnya dengan penuh ikhlas dan jujur. Khadijah amat tertarik dengan perwatakan mulia baginda dan keupayaan baginda sebagai seorang pedagang. Lalu dia meluahkan rasa hatinya untuk berkahwin dengan Muhammad yang berusia 25 tahun ketika itu. Wanita bangsawan yang berusia 40 tahun itu sangat gembira apabila Muhammad menerima lamarannya lalu berlangsunglah perkahwinan mereka berdua. Bermulalah lembaran baru dalam hidup Muhammad dan Khadijah sebagai suami isteri.
Penurunan Wahyu Pertama
Pada usia 40 tahun, Muhammad telah menerima wahyu yang pertama dan diangkat sebagai nabi sekelian alam. Ketika itu, baginda berada di Gua Hira’ dan sentiasa merenung dalam kesunyian, memikirkan nasib umat manusia pada zaman itu. Maka datanglah Malaikat Jibril menyapa dan menyuruhnya membaca ayat quran yang pertama diturunkan kepada Muhammad.
“Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan” (Al-’Alaq, 96: 1)
Rasulullah pulang dengan penuh rasa gementar lalu diselimuti oleh Khadijah yang cuba menenangkan baginda. Apabila semangat baginda mulai pulih, diceritakan kepada Khadijah tentang kejadian yang telah berlaku.
Kemudian baginda mula berdakwah secara sembunyi-sembunyi bermula dengan kaum kerabatnya untuk mengelakkan kecaman yang hebat daripada penduduk Makkah yang menyembah berhala. Khadijah isterinya adalah wanita pertama yang mempercayai kenabian baginda. Manakala Ali bin Abi Talib adalah lelaki pertama yang beriman dengan ajaran baginda.Dakwah yang sedemikian berlangsung selama tiga tahun di kalangan keluarganya sahaja.
Dakwah Secara Terang-terangan
Setelah turunnya wahyu memerintahkan baginda untuk berdakwah secara terang-terangan, maka Rasulullah pun mula menyebarkan ajaran Islam secara lebih meluas.
“Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.” (Al-Hijr, 15:94)
Namun begitu, penduduk Quraisy menentang keras ajaran yang dibawa oleh baginda. Mereka memusuhi baginda dan para pengikut baginda termasuk Abu Lahab, bapa saudara baginda sendiri. Tidak pula bagi Abu Talib, dia selalu melindungi anak saudaranya itu namun dia sangat risau akan keselamatan Rasulullah memandangkan tentangan yang hebat dari kaum Quraisy itu. Lalu dia bertanya tentang rancangan Rasulullah seterusnya. Lantas jawab Rasulullah yang bermaksud:
“Wahai bapa saudaraku, andai matahari diletakkan diletakkan di tangan kiriku dan bulan di tangan kananku, agar aku menghentikan seruan ini, aku tidak akan menghentikannya sehingga agama Allah ini meluas ke segala penjuru atau aku binasa kerananya”
Baginda menghadapi pelbagai tekanan, dugaan, penderitaan, cemuhan dan ejekan daripada penduduk-penduduk Makkah yang jahil dan keras hati untuk beriman dengan Allah. Bukan Rasulullah sahaja yang menerima tentangan yang sedemikian, malah para sahabatnya juga turut merasai penderitaan tersebut seperti Amar dan Bilal bin Rabah yang menerima siksaan yang berat.
Kewafatan Khadijah dan Abu Talib
Rasulullah amat sedih melihat tingkahlaku manusia ketika itu terutama kaum Quraisy kerana baginda tahu akan akibat yang akan diterima oleh mereka nanti. Kesedihan itu makin bertambah apabila isteri kesayangannya wafat pada tahun sepuluh kenabiaannya. Isteri bagindalah yang tidak pernah jemu membantu menyebarkan Islam dan mengorbankan jiwa serta hartanya untuk Islam. Dia juga tidak jemu menghiburkan Rasulullah di saat baginda dirundung kesedihan.
Pada tahun itu juga bapa saudara baginda Abu Talib yang mengasuhnya sejak kecil juga meninggal dunia. Maka bertambahlah kesedihan yang dirasai oleh Rasulullah kerana kehilangan orang-orang yang amat disayangi oleh baginda.
Penghijrahan Ke Madinah
Tekanan daripada orang-orang kafir terhadap perjuangan Rasulullah semakin hebat selepas pemergian isteri dan bapa saudara baginda. Maka Rasulullah mengambil keputusan untuk berhijrah ke Madinah berikutan ancaman daripada kafir Quraisy untuk membunuh baginda.
Rasulullah disambut dengan meriahnya oleh para penduduk Madinah. Mereka digelar kaum Muhajirin manakala penduduk-penduduk Madinah dipanggil golongan Ansar. Seruan baginda diterima baik oleh kebanyakan para penduduk Madinah dan sebuah negara Islam didirikan di bawah pimpinan Rasulullas s.a.w sendiri.
Negara Islam Madinah
Negara Islam yang baru dibina di Madinah mendapat tentangan daripada kaum Quraisy di Makkah dan gangguan dari penduduk Yahudi serta kaum bukan Islam yang lain. Namun begitu, Nabi Muhammad s.a.w berjaya juga menubuhkan sebuah negara Islam yang mengamalkan sepenuhnya pentadbiran dan perundangan yang berlandaskan syariat Islam. Baginda dilantik sebagai ketua agama, tentera dan negara. Semua rakyat mendapat hak yang saksama. Piagam Madinah yang merupakan sebuah kanun atau perjanjian bertulis telah dibentuk. Piagam ini mengandungi beberapa fasal yang melibatkan hubungan antara semua rakyat termasuk kaum bukan Islam dan merangkumi aspek politik, sosial, agama, ekonomi dan ketenteraan. Kandungan piagam adalah berdasarkan wahyu dan dijadikan dasar undang-undang Madinah.
Islam adalah agama yang mementingkan kedamaian. Namun begitu, aspek pertahanan amat penting bagi melindungi agama, masyarakat dan negara. Rasulullah telah menyertai 27 kali ekspedisi tentera untuk mempertahan dan menegakkan keadilan Islam. Peperangan yang ditempuhi baginda ialah Perang Badar (623 M/2 H), Perang Uhud (624 M/3 H), Perang Khandak (626 M/5 H) dan Perang Tabuk (630 M/9 H). Namun tidak semua peperangan diakhiri dengan kemenangan.
Pada tahun 625 M/ 4 Hijrah, Perjanjian Hudaibiyah telah dimeterai antara penduduk Islam Madinah dan kaum Musyrikin Makkah. Maka dengan itu, negara Islam Madinah telah diiktiraf. Nabi Muhammad s.a.w. juga telah berjaya membuka semula kota Makkah pada 630 M/9 H bersama dengan 10 000 orang para pengikutnya.
Perang terakhir yang disertai oleh Rasulullah ialah Perang Tabuk dan baginda dan pengikutnya berjaya mendapat kemenangan. Pada tahun berikutnya, baginda telah menunaikan haji bersama-sama dengan 100 000 orang pengikutnya. Baginda juga telah menyampaikan amanat baginda yang terakhir pada tahun itu juga. Sabda baginda yang bermaksud:
“Wahai sekalian manusia, ketahuilah bahawa Tuhan kamu Maha Esa dan kamu semua adalah daripada satu keturunan iaitu keturunan Nabi Adam a.s. Semulia-mulia manusia di antara kamu di sisi Allah s.w.t. ialah orang yang paling bertakwa. Aku telah tinggalkan kepada kamu dua perkara dan kamu tidak akan sesat selama-lamanya selagi kamu berpegang teguh dengan dua perkara itu, iaitu kitab al-Quran dan Sunnah Rasulullah.”
Kewafatan Nabi Muhammad s.a.w
Baginda telah wafat pada bulan Jun tahun 632 M/12 Rabiul Awal tahun 11 Hijrah. Baginda wafat setelah selesai melaksanakan tugasnya sebagai rasul dan pemimpin negara. Baginda berjaya membawa manusia ke jalan yang benar dan menjadi seorang pemimpin yang bertanggungjawab, berilmu dan berkebolehan. Rasulullah adalah contoh terbaik bagi semua manusia sepanjang zaman.